Kabar Warga

Baksos Ramadhan, Galang Peduli Menebar Kebaikan

Pencetus awal kegiatan ini adalah Ir.H. Totok Sudarmanto, seorang pengusaha bidang konstruksi sipil yang merupakan warga Wisma Penjaringan Sari sekaligus salah satu pengurus Takmir Masjid Jenderal Sudirman.

Kegiatan ini dicetuskan sebelum memasuki bulan Ramadhan sebagai kontribusi Masjid Jenderal Sudirman kepada warga masyarakat sekitar dalam usaha meringankan beban ekonomi warga sekitar masjid sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

Berawal dari ide tesebut, jajaran Takmir Masjid yang diketuai H. Moh. Dahlan dan H. Miftahul Huda berkoordinasi dengan Ketua Yayasan 17 Romadhon H. Mudiono dan meminta arahan Dr. KH. Moh. Sudjak, M.Ag, Dewan Pembina Yayasan 17 Romadhon Masjid Jenderal Sudirman.

Dari musyawarah itu dibentuklah Panitia Baksos Ramadhan Masjid Jenderal Sudirman yang diketuai Bagus Kusuma Wardhana.

Sistem kegiatan Baksos ini dilakukan dengan menggalang donasi dari para dermawan yang diwujudkan dalam bentuk bapok, meliputi beras, minyak, gula, teh, kopi, kecap, mie instan, biskuit, sarden, dan lain-lain.

Donasi dibuka awal Ramadhan, tepatnya 1 Mei 2020, dan rencananya ditutup 14 Mei 2020. Keesokan harinya, Jumat (15/5/2020) paket Baksos langsung disalurkan ke warga terdampak Covid-19, baik muslim maupun non muslim, di seluruh lingkungan Wisma Penjaringan Sari.

Sistem pemilihan warga terdampak covid-19 dilakukan dengan cara meminta data warga dari para RT didukung survei yang dilakukan oleh Ibu-Ibu yang tergabung dalam jamaah pengajian muslimah Masjid Jenderal Sudirman.

Di samping warga terdampak, kegiatan ini juga fokus membantu kondisi para ustad atau ustadzah, guru mengaji TPQ dan TPA, Guru TK Yayasan 17 Ramadhan Masjid Jenderal Sudirman, petugas masjid, petugas security di lingkungan RW 04 Wisma Penjaringan Sari, dan keluarga REMAS.

Target utama dari kegiatan Baksos ini adalah sedikit membantu meringankan beban ekonomi semua elemen masyarakat terdampak di sekitar lingkungan masjid. Dan semoga di waktu mendatang kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut apabila memang kondisi masyarakat masih memerlukan uluran bantuan para dermawan.



Post Comment