Corona, Mewabah di Kala Lengah
Opini

Corona, Mewabah di Kala Lengah

Remeh, sepele, dan lengah. Tiga kata ini yang muncul usai peneliti Universitas Harvard memprediksi Virus Corona sudah masuk ke Indonesia. Penyebaran virus corona dianggap remeh dan sepele. Lalu kita pun lengah.

Ungkapan para elite sedemikian jumawa ; Indonesia merupakan negara tropis, sehingga Corona tak akan betah berlama-lama di bumi pertiwi tercinta.

Hilir mudik maskapai penerbangan internasional yang katanya dibatasi, ternyata cuma isapan jempol semata. Alat pengukur suhu tubuh yang dipasang di bandara juga jadi formalitas belaka.

Maret 2020, kelengahan pemerintah mesti dibayar telak. Saat ada warga Jepang melancong ke restoran di Kemang, Jakarta Selatan, kemudian jadi pemicu kasus pertama Corona di Indonesia. Karena saat di Indonesia, warga Negeri Sakura ini sempat berinteraksi dengan setidaknya 80 orang di sana.

Ketika pergi ke Malaysia dan menjalani tes, dia dinyatakan positif Covid 19. Dua warga Depok yang sempat kontak dengan dirinya juga mendapat hasil yang sama.

Bak petir di siang bolong. Para elite yang merasa aman langsung kebakaran jenggot. Kewaspadaan dan penanganan yang lamban diuji seketika. Hasilnya, rakyat dibuat nelangsa. Corona yang harusnya sudah terekspos lama tak mendapat antisipasi yang semestinya.

Apalah daya. Angka kematian, ODP, dan PDP yang meningkat setiap hari, tak disambut dengan penanganan yang semestinya. Kita tidak terlalu pintar belajar, bahkan pada negara-negara yang tak terlalu jaug dari kita.

Seperti Singapura, negara yang jadi pusat hilir mudik orang China saat perayaan Imlek di awal tahun. Saat itu pemerintah setem[at sudah memberlakukan larangan bagi wisatawan yang ingin masuk. Pemerintah setempat juga melakukan pemeriksaan kepada penduduknya secara menyeluruh hingga kepelosok desa.

Kebijakan karantina dan sanksi hukum yang tegas untuk warga yang nekat keluar rumah juga menjadi kunci mengapa Singapura memiliki angka kematian rendah akibat Corona.

Lalu Taiwan, negara yang hanya berjarak sekitar 130 kilometer dari Cina. Dibandingkan dengan negara tetangganya, Korea Selatan dan Jepang, Taiwan dinilai berhasil melakukan penanganan Virus Corona.

Kesigapan pemerintahnya memberlakukan tes gratis sampai tingkat PCR test, ditambah pengecekan di seluruh perbatasan wilayah keluar masuk, menjadi kunci sukses meminimalisir angka kematian akibat Corona.

Kini, laju penularan Covid-19 sudah sampai di tahap yang mengkhawatirkan. Meski di beberapa tempat angka kesembuhan mulai membaik, masyarakat tetap dihantui penularan Corona. Bekerja dan belajar di rumah, sambil berharap setelah ini para elite dan pemerintah mau belajar dan bergerak lebih cepat.

Catatan Akhemad Sandhi
Penulis adalah Pengurus RT 5 RW 4
Wisma Penjaringan Sari
Surabaya, Jawa Timur



Post Comment