Dukung Lingkungan Sehat tanpa Plastik dengan Naik Suroboyo Bus
Opini

Dukung Lingkungan Sehat tanpa Plastik dengan Naik Suroboyo Bus

Menghadang potensi penyebaran penyakit tak bisa dilakukan dengan cara tergesa. Ini proses panjang, dan seringkali butuh langkah sederhana. Covid-19, katanya bisa dihadang dengan perilaku hidup sehat. Makan makanan bergizi, minum air putih, hingga cuci tangan.

Yang lain? Kita belum tahu. Tapi belajar dari keadaan sekarang, ada baiknya jika kita lebih tertib dengan perilaku sehat. Di antaranya, memperhatikan sampah di sekitar. Khususnya sampah botol maupun gelas plastik bekas minuman mineral, yang dikenal sulit untuk diurai.

Ada yang bilang, butuh puluhan sampai ratusan tahun agar sampah plastik terurai secara alami dan mendekati sempurna.

Artinya, sampah plastik yang menumpuk tanpa disadari sangat berbahaya dan dapat mengancam kesehatan serta keseimbangan lingkungan sekitar.

Padahal di setiap kegiatan atau aktivitas kita, baik personal maupun kegiatan warga, mulai dari arisan, tahlilan, pengajian, pertemuan rutin, atau yang lain, biasanya melahirkan tumpukan sampah.

Apa yang harus kita lakukan? Banyak. Kalau saya, tidak lagi membuang limbah botol atau gelas plastik ke tempat sampah, akan tetapi saya kumpulkan dan saya setor ke tempat-tempat yang ditunjuk untuk menukar sampah plastik dengan stiker. Dimana stiker yang dimaksud adalah sebagai pengganti tiket untuk naik Suroboyo bus.

Ya, stiker yang kita peroleh bisa ditukar dengan ketentuan, 3 botol air mineral besar bisa ditukar dengan satu stiker, lima botol sedang dapat satu stiker, 10 gelas plastik ditukar satu stiker. Gampang kan?

Pertanyaan yang kemudian muncul, dimana tempat penukaran sampah botol plastik?

Wilayah utara, di Halte Rajawali Giant. Wilayah selatan di Terminal Bungurasih, wilayah barat Park & Ride Mayjend Sungkono (sebelah TVRI), wilayah pusat dan timur, Park & Ride Arif Rahman Hakim (dekat SMP 19 Surabaya) dan sentra UKM MERR.

Atau jika mau langsung naik Suroboyo Bus, bisa bawa botolnya dan ditukar ke petugas bus pada saat naik. Durasi tiket 1 stiker berlaku 2 jam (bisa PP), sama sekali gratis alias tidak bayar, no money!

Saya melihat kebijakan Pemerintah Kota Surabaya ini sebagai langkah yang positif. Ini proses edukasi agar masyarakat tergerak memanfaatkan botol dan gelas plastik bekas, memilah dan memanfaatkan sampah plastik yang dihasilkan, sehingga ikut membantu menjaga kebersihan dan kelestarian Kota Surabaya.

Saya berharap, sesekali warga Wisma Penjaringan Sari, khususnya RT 5 RW 4, bisa memanfaatkan kesempatan ini. Kumpulkan botol atau gelas plastik bekas air mineral, tukar stiker, lalu jelajah kota dengan naik Suroboyo Bus.

Catatan Moch. Taufan
Penulis adalah Pengurus RT 5 RW 4
Wisma Penjaringan Sari
Surabaya, Jawa Timur



Post Comment