Info Palsu : Arus Angin dari Utara ke Selatan Membawa Wabah Penyakit
Berita

Info Palsu : Arus Angin dari Utara ke Selatan Membawa Wabah Penyakit

BMKG dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan informasi akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks. Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi oleh angin dari utara atau dari Benua Asia.

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa 3 hari kedepan akan ada arus angin dari Utara ke arah Selatan yang membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australia adalah klaim yang salah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rumor yang beredar di media sosial mengenai akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga telah membantahnya. “Tidak benar pada 10-12 April akan terjadi angin dari utara ke selatan yang kuat dan membawa wabah penyakit,” demikian pernyataan resmi dari Lapan pada 9 April 2020.

Menanggapi rumor itu, BMKG memastikan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari BMKG selaku institusi yang berwenang mengumumkan hal-hal terkait meteorologi (cuaca).

“BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau,” ujar Plt. Bidang Meteorologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020) malam.

“Sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi angin dari utara atau dari Benua Asia,” tutur dia.

Herizal menyebutkan, beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia bahkan kini sudah mulai berhembus angin dari timur-selatan, tepatnya dari Benua Australia. Oleh karena itu, rumor di media sosial bahwa angin akan datang dari utara ke selatan pada tiga hari ke depan tak memiliki pertanggungjawaban ilmiah.

Selain itu, berdasarkan prediksi Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa) Lapan, angin selama tiga hari mendatang tidak didominasi oleh angin utara. Selain itu, hingga kini, belum ada penelitian yang mengaitkan wabah penyakit dengan angin lintas benua dan lautan atau angin monsun.

“Virus tidak ditularkan melalui udara, tapi melalui droplet yang jarak jangkaunya pendek, dan yang berbahaya adalah transmisi dari orang ke orang.” tulis LAPAN di akun instagram resmi LAPAN.

sumber : fafhh



Post Comment