Lawan Corona Lewat Pemean of the Day dan Pembagian Masker
Kabar Warga

Lawan Corona Lewat Pemean of the Day dan Pembagian Masker

Sambil tersenyum senang, Ana, warga perumahan, menerima masker yang dibagikan Saptono Budi dan Mohammad Taufan, Pengurus Rukun Tetangga (RT) 5, Rukun Warga (RW) 4, Wisma Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya. Hari itu, Minggu (19/4/2020) pagi, ia menerima dua masker cantik dari kain, masing-masing dengan ikatan telinga, maupun yang bertali panjang khusus pengguna hijab.

“Matur nuwun pak,” katanya senang. Budi dan Taufan pun pamit sambil meninggalkan pesan, “Kalau ke luar rumah maskernya dipakai ya”. Ana langsung mengangguk, dan mengantar dua pengurus RT ini bergerak meninggalkan teras rumah.

Di luar, Ana melihat Gatut Setyono, pengurus RT 5, sibuk mengingatkan warga agar berjemur di depan rumah. “Mangga ibu, mangga bapak, mari berjemur agar sehat dan terhindar dari corona. Jangan lupa maskernya dipakai,” katanya sambil menenteng megaphone.

Sesekali ia memencet sirine, mengundang warga yang belum berjemur agar mau keluar rumah. “Ayo dulur kita berjemur. Badan sehat, sekalian dapat masker gratis,” katanya berulang.

Masker untuk Warga

Dijelaskan Pringgo Anggono, Ketua RT, hari itu pengurus memang sedang menggelar program bagi-bagi masker gratis untuk warga. Masker yang dibagikan adalah donasi dari salah satu warga yang kebetulan memiliki usaha garmen.

Sejak tiga hari lalu, pengurus sudah melakukan sosialisasi kegiatan lewat Grup WhatsApp (WAG) yang beranggotakan perwakilan keluarga. Selain itu upaya sosialisasi juga dilakukan lewat pemberitahuan dari mulut ke mulut.

“Kegiatan ini diadakan sekaligus sebagai sosialisasi pentingnya menggunakan masker di masa penyebaran Covid-19,” katanya. Bukan kebetulan, warga perumahaan ini sudah bersepakat jika mau masuk perumahan wajib mengenakan masker demi keselamatan bersama.

Masker yang ada, lanjut Pringgo, dibagikan merata di masing-masing rumah wilayah RT 5 dan sekitarnya, termasuk petugas keamanan dan para pedagang yang kebetulan melintas. “Tapi secara prioritas, tentu saja, warga RT kami,” tambahnya.

Warga yang sebagian sedang berjemur di depan rumah pun menyambut gembira pembagian masker ini. Seperti diakui Indra Zulfikar, salah satu warga Wisma Penjaringan Sari.

“Pembagian masker ini tentu jadi sesuatu hal yang sangat menggembirakan. Bukan semata dapat masker gratisan, tapi kegiatan ini sekaligus jadi bukti jika kesadaran menjaga diri dari Corona sudah jadi kesadaran bersama,” kata bapak dua anak yang kini aktif sebagai karyawan sebuah perusahaan operator seluler ini sambil tersenyum.

Ke depan, lanjutnya, ia berharap jika upaya bersama melawan corona ini bias terus berjalan. Karena seperti yang dibaca dari media massa, info sebaran Covid-19 sedemikian cepat dan sering tidak terduga.

Rangkaian Kegiatan

Menanggapi pelaksanaan bagi-bagi masker gratis ini, Akhemad Sandhi, Sie Lingkungan RT 5 RW 4 Wisma Penjaringan Sari mengatakan, ini adalah satu dari rangkaian upaya melawan virus corona.

“Sebelumnya, sejak tiga minggu lalu, kami juga mengadakan kegiatan pengadaan fasilitas umum (fasum) cuci tangan yang dipasang di depan rumah warga. Pemasangan fasum ini dilakukan dengan harapan, tiap orang bisa cuci tangan kapan saja dan dimana saja,” kata Sandhi.

Tidak hanya untuk warga perumahan, tapi juga driver ojek online, pedagang, satpam, bahkan petugas meteran dari PDAM atau PLN.

Seperti dijelaskan pemerintah, lanjutnya, setiap warga dianjurkan cuci tangan sesering mungkin. Sehingga saat mau masuk rumah pun bisa cuci tangan sebelum bertemu keluarga tercinta di rumah.

Artinya, hingga kini, cuci tangan secara rutin dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan dasar virus corona atau Covid-19 yang cukup efektif.

“Hal lain yang juga dilakukan pengurus adalah dengan menggelar Pemean of the Day, yakni kegiatan berjemur di depan rumah pada pagi hari. Kegiatan ini diadakan sejak pukul 08.30 WIB dengan harapan bisa meningkatkan kekuatan tulang, otot, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” jelas Sandhi lagi.

Untuk memacu semangat warga agar ikut jadi pemean (jemuran, Bahasa Jawa, sebutan warga untuk mereka yang berjemur, red), pengurus melakukan dorongan di antaranya dengan bagi-bagi hadiah seperti minuman dengan kandungan vitamin C dosis tinggi hingga masker, seperti yang dilakukan sekarang.

Selain itu, lanjut pengacara muda ini, juga penyemprotan disinfektan di rumah warga secara mandiri dan di Masjid Jenderal Sudirman Wisma Penjaringan Sari dengan menggandeng Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), sebuah lembaga amal di Surabaya.

“Intinya setiap upaya menangkal Covid-19 harus dilakukan. Tidak hanya secara individu, tapi juga kolektif. Kita ingin setiap orang sadar, kita bisa tertular, dan kita juga bisa menularkan,” tegasnya.

Dijelaskan pula, saat ini pengurus RT juga sedang menyiapkan strategi khusus yang siap mengantisipasi sebaran Covid 19. Strategi ini tentu saja dengan menggandeng pengurus RT lain dalam perumahan.

Dicontohkan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat ada warga baru yang datang dari Depok, Jawa Barat. Pengurus RT setempat lalu mendatangi pihak bersangkutan agar mau melakukan protokol karantina mandiri selama 14 hari.

“Upaya yang kami lakukan bukan untuk menyudutkan apalagi mendudukkan dia sebagai sumber ancaman yang harus dilawan. Kami justru ingin membantu, apa yang bisa kami lakukan,” jelasnya.

Membantu keluarga yang baru dating ini tentunya juga membantu warga yang lain. Setidaknya agar tidak terlambat dalam melakukan antisipasi.

Perkuat Sistem Keamanan

Diluar kegiatan yang berhubungan langsung dengan upaya pencegahan Covid-19, pengurus RT juga menyiapkan rencana penguatan system keamanan.

“Seperti kita dengar, Covid-19 berdampak pada berhentinya sejumlah kegiatan ekonomi. Akibatnya ada PHK dan usaha bangkrut. Tentu kita tak berharap, tapi kami waspada saja. Semoga tidak berdampak pada naiknya angka kriminalitas,” jelas Akhemad Sandhi.

Untuk menghadapi kemungkinan itu, pengurus RT 5 juga melakukan koordinasi dengan pengurus RT lain dan Pengurus RW 4 Wisma Penjaringan Sari.

“Saat ini yang sudah dilakukan pengendalian pintu masuk perumahan dengan system satu arah. Dan pada malam hari diberlakukan system satu pintu,” tambahnya.

Selain itu juga pendataan kendaraan bermotor milik warga, baik roda dua atau roda empat. Ini dilakukan agar penanggung jawab keamanan di perumahan punya database kendaraan milik warga.

Sistem ini diperkuat dengan pengadaan CCTV di beberapa sudut perumahan. Sehingga kondisi tiap cluster perumahan bisa terpantau oleh orang-orang yang punya akses.

Pada warga yang lain juga dilakukan sosialisasi yang berhubungan sikap, perilaku, dan kegiatan sehari-hari yang tidak berpotensi mengundang kejahatan.

Seperti anjuran tidak mengenakan perhiasan saat belanja di mini market, kunci ganda untuk motor, dan masih banyak lagi.

Sandhi mengingatkan, dalam kondisi ekonomi yang buruk, apapun bisa terjadi. Mungkin saja di luar sana ada orang-orang yang gelap mata gara-gara keluarganya butuh makan, atau alasan lain.

“Kita tidak tahu apa yang terjadi besok. Tapi kita tahu pasti, kita harus siap dalam kondisi apapun. Demi kebaikan sendiri, keluarga, dan warga,” tandas Sandhi.



Post Comment