Pasar Nol Kilometer Bagikan Paket Sembako pada Warga Wisma Penjaringan Sari
Kabar Warga

Pasar Nol Kilometer Bagikan Paket Sembako pada Warga Wisma Penjaringan Sari

Penambahan stok sembako dalam gelaran Pasar Nol Kilometer ke-5, Minggu (14/6/2020) lalu menuai laba Rp 1.411.100. Angka ini diperoleh dari donasi pembeli yang datang ke bazar sembako murah ini.

“Sesuai dengan komitmen yang ada, laba donasi kemudian kami rupakan menjadi paket sembako, dan dibagikan pada warga Wisma Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya yang membutuhkan,” jelas Sony Adinawan, koordinator sekaligus penanggung jawab Pasar Nol Kilometer.

Paket sembako masing-masing diberikan pada Bapak Sri Wahyudi (warga RT 1), Ibu Ninik (warga RT 2), Ibu Dhono (warga RT 3), Ibu Diana (warga RT 4), Ibu Arif (warga RT 5), Bapak Edi (warga RT 6), Ibu Tri (warga RT 7), Bapak Fauzi (warga RT 8), Ibu Supriyadi (warga RT 9), Ibu Djarwoto Suryo (warga RT 10), dan Ibu Herfani (warga RT 11).

“Total ada 11 penerima. Masing-masing mendapat satu paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan telur 1 kilogram,” tambah Sony.

Pelaporan itu, lanjutnya, dibuat dan disampaikan pada warga secara terbuka. Selain di menggunakan media warga penjaringan5.id, galeri foto, juga dalam bentuk printout yang dipajang di lokasi bazar.

Gelaran ke-5, lanjutnya, jadi momen istimewa bagi Pasar Nol Kilometer untuk mencoba konsisten dan terus memberi manfaat. “Selain jadi capaian pelaksanaan, bazar kali ini jadi pembuktian bahwa upaya pasar terus mendapat dukungan dari warga sekitar, bahkan tokoh-tokoh penting Surabaya,” tambahnya.

Beberapa tokoh yang sempat hadir diantaranya M. Sujak, Ketua Badan Pengelola Masjid Al Akbar yang juga tokoh masyarakat setempat, Anas Karno, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, dan Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya.

“Pasar Nol Kilometer adalah upaya kreatif dari warga Wisma Penjaringan Sari. Di tengah pandemi yang berdampak signifikan pada kualitas ekonomi warga, masyarakat di sini bergotong royong membangun kekuatan pangan bersama,” kata Adi Sutarwijono, saat berkunjung ke Pasar Nol Kilometer.

Senada dengan pernyataan ini, Anas Karno mengatakan, Pasar Nol Kilometer memiliki misi dan standar pelaksanaan yang layak dipuji.

“Saya melihat banyak bazar. Tapi Pasar Nol Kilometer berbeda. Tidak cari laba, laba donasi dibagikan pada warga yang membutuhkan, dan satu lagi, protokol kesehatan anti Covid-19 diberlakukan dengan sangat kuat,” tegasnya.



Post Comment