Pelaku Usaha Perlu Mengantongi Ijin Usaha
Kabar Warga

Pelaku Usaha Perlu Mengantongi Ijin Usaha

Memiliki kelengkapan administratif adalah syarat strategis untuk melangkah di jenjang yang lebih baik. Dengan memiliki kelengkapan legal formal, sebuah badan usaha berpeluang meraih kesempatan transaksional dengan perusahaan besar.

“Untuk badan hukum, badan usaha bisa memilih. Mau Perseroan Terbatas (PT) atau koperasi,” kata Herru Pram, nara sumber Cangkrukan Inspiratif ‘Mengenal Legal Formal Badan Usaha’ di Kedai Teras Kreatif, Wisma Penjaringan Sari (WPS), Sabtu (19/9/2020) malam.

Notaris yang juga aktif sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) 4 WPS ini kemudian menjelaskan, masing-masing pilihan memiliki peluang dan konsekwensi yang berbeda.

“Di antaranya soal pajak,” tegas Herru. Konsekswensi ini, lanjut dia, sebetulnya juga melekat di badan usaha tidak berbadan hukum, baik Usaha Dagang (UD), Persekutuaan Perdata atau Maatscap, Firma, dan Persekutuan Komanditer (CV).

Di depan peserta yang sebagian besar adalah pelaku UKM WPS, Herru kemudian mengurai tahap demi tahap legalitas pendirian badan usaha. Mulai dari pembuatan akta perusahaan, Surat Keterangan Domisili Usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Surat Izin Usaha.

Menurut Herru, apapun pilihannya, semua harus lahir dari perhitungan yang matang. “Perhitungan yang matang dalam dunia usaha menjadi keharusan. Tidak hanya saat bicara legal formal, tapi juga saat mengelola usaha itu sendiri,” tegasnya.

“Kita harus berhitung dengan baik. Karena dunia usaha butuh itu sejak awal,” katanya. Pertama, kata dia, pelaku usaha mesti membuat manajemen dengan jelas, jeli melihat peluang, hingga memiliki produk unggulan yang unik.

Sesudahnya, kita bisa mulai mengurus sisi administrasinya, memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan, memiliki Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP), dan terakhir, bila perlu memiliki surat ijin gangguan. Termasuk ijin keramaian, ijin dampak lingkungan, dan masih banyak lagi.



Post Comment